Jakarta (KABARIN) - dr. Afiffa Mardhotillah, Sp. A, dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia, memberikan tips untuk orang tua agar kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi ketika mulai belajar berpuasa.
"Beberapa hal yang perlu dipastikan adalah usia dan kesiapan mental anak. Pastikan si kecil sudah cukup matang serta anak dalam kondisi sehat," kata Afiffa saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Anak yang baru belajar puasa sering mengalami penurunan nafsu makan dan risiko dehidrasi lebih tinggi. Anak usia sekolah sendiri membutuhkan cairan sekitar 1 sampai 2 liter per hari tergantung berat badannya.
Orang tua bisa memastikan anak cukup minum dengan membagi asupan cairan sepanjang hari, misalnya 25 persen saat berbuka, 25 persen saat makan malam, 25 persen menjelang tidur, dan 25 persen saat sahur. Jika bosan minum air putih, infused water dengan campuran buah bisa menjadi alternatif.
Untuk asupan makanan, penting memastikan karbohidrat, protein, lemak, dan serat seimbang. Pilih karbohidrat dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, kentang, atau oats agar anak tidak cepat lapar. Hindari makanan dan minuman tinggi gula saat sahur atau berbuka supaya kadar gula darah anak tetap stabil.
Protein sebaiknya memenuhi sekitar 10 sampai 15 persen dari total kalori harian anak. Menu sehari-hari bisa disesuaikan dengan selera anak supaya puasanya lebih bersemangat dan tetap nyaman dijalani.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026